Adab Menuntut Ilmu

Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan. Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu, sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.

Karena ilmu itu adalah prasyarat untuk sebuah amal, maka adab adalah hal yang paling didahulukan sebelum ilmu

Adab adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya

Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut
ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri
dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horisontal, antara dirinya sendiri
dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu
itu sendiri.

Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami Adab
menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?

*Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan*

Para ibulah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik,
sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari
Ibunya

ADAB PADA DIRI SENDIRI
a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk
Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke
dalam hati.Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu
itu adalah “cahaya” yang dimasukkan ke dalam hati.

b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu, Hadir paling
awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.

c.Menghindari sikap yang “merasa’ sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu
ilmu sedang disampaikan.

d.Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang,
membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua
runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.

e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu
disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar
mudah untuk diamalkan.

ADAB TERHADAP GURU (PENYAMPAI SEBUAH ILMU)
a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati,
menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha
Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.

b. Hendaknya penuntut ilmu tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau
menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan
memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru
berbicara. Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru
mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu
mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.

c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang
disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta
ijin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh
disebarluaskan, maka cantumkan/ sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan
kita.

ADAB TERHADAP SUMBER ILMU
a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk
buku ketika sedang kita pelajari.

b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersiil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.

c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.

d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat “copas dari grup sebelah” tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.

e. Dalam dunia online, harus menerapkan “sceptical thinking” dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.

Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, shg mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat.

Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #1

Disusun oleh Tim Matrikulasi- Institut Ibu Profesional

Advertisements
Posted in Materi 1 | Leave a comment

Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah

PROGRAM MATRIKULASI IBU PROFESIONAL SESI #4

Resume diskusi

Fasilitator : Laila Muhammad Dib
Moderator/Notulen : Hasni M

*MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH*

Bunda, setelah kita memamahi bahwa salah satu alasan kita melahirkan generasi adalah untuk membangun kembali peradaban dari dalam rumah kita, maka semakin jelas di depan mata kita, ilmu-ilmu apa saja yang perlu kita kuasai seiring dengan misi hidup kita di muka bumi ini. Minimal sekarang anda akan memiliki prioritas ilmu-ilmu apa saja yang harus anda kuasai di tahap awal, dan segera jalankan, setelah itu tambah ilmu baru lagi. Bukan saya, sebagai teman belajar anda di IIP selama ini, maupun para ahli parenting lain yang akan menentukan tahapan ilmu yang harus anda kuasai, melainkan *_DIRI ANDA SENDIRI_*
Apakah mudah? TIDAK.  Tapi yakinlah bahwa kita bisa membuatnya menyenangkan. Jadilah diri anda sendiri, jangan hiraukan pendapat orang lain. Jangan silau terhadap kesuksesan orang lain. Mereka semua selalu berjalan dari KM 0, maka mulai tentukan KM 0 perjalanan anda tanpa rasa “galau”.

Inilah sumber kegalauan diri kita menjalankan hidup, kita tidak berusaha memahami terlebih dahulu apa“misi hidup” kita sebagai individu dan apa “misi keluarga” kita sebagai sebuah komunitas terkecil. Sehingga semua ilmu kita pelajari dengan membabi buta dan  tidak ada yang dipraktekkan sama sekali. Semua seminar dan majelis ilmu offline maupun online kita ikuti, karena kekhawatiran tingkat tinggi akan ketertinggalan ilmu kekinian, tapi tidak ada satupun yang membekas menjadi jejak sejarah perjalanan hidup anda.

Check List harian sudah anda buat dengan rapi di Nice Homework#2, surat cinta sudah anda buat dengan sepenuh hati  di Nice Homework #3. Bagi yg sudah menemukan misi hidup dan misi keluarga, Misi tersebut sudah kita tulis besar-besar di dinding kamar, tapi anda biarkan jadi pajangan saja. Maka “tsunami informasilah” yang anda dapatkan, dan ini menambah semakin tidak yakinnya kita kepada “kemampuan fitrah” kita dalam mendidik anak-anak.
“ *Just DO It*”,
_lakukan saja meskipun anda belum paham, karena Allah lah yang akan memahamkan anda lewat laku kehidupan kita_.

Demikian juga dengan pendidikan anak-anak. Selama ini kita heboh pada _Apa yang harus dipelajari anak-anak kita_, bukan pada _Untuk apa anak-anak mempelajari hal tersebut_ Sehingga banyak ibu-ibu yang bingung memberikan muatan-muatan pelajaran ke anak-anaknya tanpa tahu untuk apa anak-anak ini harus melakukannya.
Ada satu kurikulum pendidikan yang tidak akan pernah berubah hingga akhir jaman, yaitu

PENDIDIKAN ANAK DENGAN KEKUATAN FITRAH

Tahap yang harus anda jalankan adalah sbb:

a.Bersihkan hati nurani anda, karena ini faktor utama yang menentukan keberhasilan pendidikan anda.

b. Gunakan Mata Hati untuk melihat setiap perkembangan fitrah anak-anak. Karena sejatinya sejak lahir anak-anak sudah memiliki misi spesifik hidupnya, tugas kita adalah membantu menemukannya sehingga anak-anak tidaka kan menjadi seperti kita, yang telat menemukan misi spesifik hidupnya.

c. Pahami Fitrah yang dibawa anak sejak lahir itu apa saja. Mulai dari fitrah Ilahiyah, Fitrah Belajar, Fitrah Bakat, Fitrah Perkembangan, Fitrah Seksualitas dll.

d. Upayakan proses mendidik yang sealamiah mungkin sesuai dengan sunatullah tahap perkembangan manusia. Analogkan diri anda dengan seorang petani organik.

e. Selanjutnya tugas kita adalah MENEMANI, sebagaimana induk ayam mengerami telurnya dengan merendahkan tubuh dan sayapnya, seperti petani menemani tanamannya. Bersyukur atas potensi dan bersabar atas proses.

Semua riset tentang pendidikan ternyata menunjukkan bahwa semakin berobsesi mengendalikan, bernafsu mengintervensi, bersikukuh mendominasi dsbnya hanya akan membuat proses pendidikan menjadi semakin tidak alamiah dan berpotensi membuat fitrah anak anak kita rusak.

f. Manfaatkan momen bersama anak-anak, bedakan antara WAKTU BERSAMA ANAK dan WAKTU DENGAN ANAK. Bersama anak itu anda dan anak berinteraksi mulai dari hati, fisik dan pikiran bersama dalam satu lokasi. Waktu dengan anak, anda dan anak secara fisik berada dalam lokasi yang sama, tapi hati dan pikiran kita entah kemana.

g. Rancang program yang khas bersama anak, sesuai dengan tahap perkembangannya, karena anak anda “very limited special edition”

Bunda, mendidik bukanlah menjejalkan, mengajarkan, mengisi dsbnya. Tetapi pendidikan, sejatinya adalah proses membangkitkan, menyadarkan, menguatkan fitrah anak kita sendiri.

Lebih penting mana membuat anak bergairah belajar dan bernalar atau menguasai banyak pelajaran, lebih penting mana membuat mereka cinta buku atau menggegas untuk bisa membaca.

Jika mereka sudah cinta, ridha, bergairah maka mereka akan belajar mandiri sepanjang hidupnya.

Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

 

Sumber bacaan :

_Irawati Istadi, Mendidik dengan Cinta, Jogjakarta, 2013_

_Harry Santosa dkk, Fitrah Based Education, Jakarta, 2016_

_Antologi, Komunitas Ibu Profesional, Bunda Sayang, Surakarta, 2014_

_Materi Matrikulasi sesi #3, Membangun Peradaban dari Dalam Rumah, 2016_

☝Elva citra sari
1⃣ Apa indikator pendidikan y kita lakukan sesuai dgn fitrah ilahiyah, belajar, bakat dan perkembangann ya, bagai mana mengukur apa y kita berikan pada anak msh dalam koridor alami?
➡Timbul dorongan semangat minat dan energi untuk mempelajarinya dr kemauan anak sendiri. Bertanya tentang hal itu, ingin tahu lagi, dan selalu antusias.✅(TFM)

☝ Khazanatul
2⃣. Kurikulum yang diatur oleh pemerintah untuk setiap jenjang pendidikan itu adalah penyeragaman. Sementara fitrah bakat setiap anak itu berbeda. Jadi penyusunan kurikulum itu berdasar kan apa dan apa orientasi yang diharapkan kedepan bagi anak didiknya?
➡Betul, jadi sebenarnya kita memang sedang melawan arus pada umumnya, arus sekolah yang di dorong oleh revolusi industri. Di Fitrah Based Education kita sering mengistilahkan dengan “personalize kurikulum” kurikulum personal, berdasarkan bakat dan minat anak2 kita, gaya belajar anak2 kita dan value keluarga kita, dan cocok untuk satu orang anak, belum tentu cocok untuk anak yang lainnya.
Orientasinya jelas anak diharapkan menemukan misi spesifik hidupnya, panggilan hidupnya, sehingga anak2 kita melakukan aktivitas dengan 4E (Enjoy, Easy, Excellent dan Earn).✅(TFM)

☝Ida R
3⃣. Assalamualaikum Bunda Fasil yang dirahmati Allah

Maaf kalau pertanyaan saya tidak sesuai materi. Untuk pendidikan anak yang sesuai fitrah, misalkan anak, setelah dengan pengamatan orang tuanya akan lebih maksimal jika belajar didampingi orangtua di rumah, bagaimana dengan kelanjutan pendidikannya untuk tahap lebih tinggi (level SMP atau sma).

Pernah saya baca tentang portofolio pembelajaran atau pendidikan (maaf, lupa siapa yang memberi keterangan), mohon penjelasan tentang hal ini.

Saya sudah coba membersihkan hati dalam mendidik anak. Mencoba lebih sabar, tenang dalam mendidik anak dan sejauh ini saya berasa lebih nyaman. Meski belum di sepanjang waktu. Ada kala kesal sekali dengan anak yang tidak bisa dinasehati baik baik tentang apa yang menjadi tugasnya sepulang sekolah. Tetap tidak mendengarkan. Saya akhirnya bilang, janganlah patuh pada orangtua saat kamu (mahira 8th) ada keinginan saja. Kadang tetap tidak patuh.
Sampai kapan berlaku belajar sesuai fitrah ini? Termasuk fitrah seksualitas kapan munculnya.
Terima kasih Bunda.
▶Jika orang tua dan anak sepakat lebih nyaman belajar di rumah bersama orang tua, maka silakan sepakati apa2 yang ingin dipelajari. Dengan catatan bukan karena anak malas belajar di sekolah. Karena jika karena malas belajar maka dirumahpun ia akan begitu. Untuk ijazah, jika ingin melanjutkan sekolah formal, bisa dengan ikut paket penyetaraan. Paket A/B/C. Namun, yang harus kita ingat yang wajib itu belajar, salah satu ikhtiarnya sekolah formal. Nah, di pendidikan berbasis fitrah kita akan memetakan anak2 kita apakah kecenderungannya di 3 bidang berikut :
-akademis
-Professional (ahli di bidang tertentu
-Entrepreneur (wirausaha),
jika jalurnya akademis maka, memang perlu ijazah untuk melanjutkan jenjang selanjutnya, seperti dokter, pengacara , dosen, ini contoh pekerjaan jalur akademis.
Portofolio sendiri seperti raport anak di sekolah formal berdasarkan kegiatan yang dilakukan, para orang tua bisa mendokumentasikan segala aktivitas anak.
Soal kepatuhan pada aturan rumah, maka sebaiknya sepakati dulu apa saja kewajiban sang anak, sepakati konsekuensi jika dia tidak melakukan hal yg sdh disepakati
Seumur hidup Allah memang sudah menginstalkan fitrah dalam diri kita, tinggal digali atau malah dimatikan (Qs. Ar Rum: 30). Qs. Asy Syam:8.
Fitrah Seksualitas sebenarnya adalah fitrahnya kita terlahir sebagai laki2 dan perempuan, sejak usia 3 tahun anak2 harus sudah mampu mengidentifikasi dirinya sebagai laki-laki dan perempuan. Sehingga diharapkan berkembang sesuai fitrah seksualitasnya perempuan akan menjalankan peran kebundaan kelak, demikian laki2 menjadi peran kelelakian (keayahan).✅(TFM)

☝Yunni sari
Materi keempat semakin spesifik… terimakasih materi bunda fasil…
Saya beberapa pertanyaan terkait materi 4 bun :
4⃣ Apa yg dimaksud dgn KM 0 perjalanan hidup kita dan bagaimana cara menetapkan KM 0 perjalanan hidup kita?
-Kilometer 0 adalah titik awal saat kita mulai melakukan step-step perencanaan peta hidup kita. Caranya :Tetapkan prioritasnya apa saja Seperti yang sudah dicatat di NHW#2, tetapkan jangka waktunya, evaluasi progresnya, hingga bisa melanjutkan KM selanjutnya.✅(TFM)

5⃣. Bagaimana cara kita melihat perkembangan anak bagi kita ibu yg bekerja di ranah publik yang harus menitipkan anak kita kepada orang lain? Tentu ada perkembangan anak yg kita lewatkan selama kita bekerja di ranah publik… 😭
Amati saat bunda berada di rumah, manfaatkan quality time bunda untuk menyaksikan bakat/potensi anak. Diskusikan dengan pengasuh juga , sesuai bahasa yg difahami pengasuh. Baiknya bunda dan yang menjaga anak anak sama persepsinya tentang pendidikan anak✅(TFM)

6⃣. Apa yang dimaksud dengan kemampuan fitrah kita sebagai ibu?
Setiap ibu sudah Allah instalkan fitrah keibuan, nurani sebagai ibu, sensitifitas sebagai ibu. Nurani sebagai ibu. Jadi, percaya dirilah bunda, karena fitrahnya setiap wanita yg Allah amanahkan putra/i sudah Allah instalkan potensi mendidik. fitrah kebundaan, walaupun kita belum punya ilmu yang banyak untuk mendidik anak anak.✅(TFM)

7⃣. Bagaimana rancangan program yang khas bersama anak sesuai dgn tahap perkembangannya?
Rancang sesuai bakat/minat anak dan cara belajar anak, amati apakah anak2 enjoy. Dan untuk mengetahui apa saja kegiatan yang sesuai dengan perkembangan anak, bunda bisa baca milestones perkembangan.(googling)✅(TFM)
Terimakasih sebelumnya Bunda Fasil…✅

☝Khazanatul
8. Adakah target pencapaian pendidikan bagi anak per tahap usianya? Mengingat HE yg wajib kita terapkan bagi anak sesuai jadwal minatnya anak?

➡Ikuti milestone tumbuh kembang anak bunda. sedangkan menstimulasi belajar yang disesuaikan dengaan bakat-minat anak. Ajak anak untuk menentukan goalnya sendiri. ingin menyelesaikan project ini sampai brp lama?✅(TFM)

☝Mm
9⃣ Materi kali ini mantap bener bundaas 😍 jelas kemana arahan dr matrikulasi sebelum nya. Jadwnya pengen runut ulang dari nhw 1 hihi.

Pertanyaan nya :
Saya ingin menjadi lebih konsisten dalam mempelajari satu ilmu, tp sering moody, bagaimana cara nya agar setiap hari semangat untuk menjadi lebih konsisten dan bisa menghalau mood2 yg negatif contohnya “malas” karna perasaan sering berubah2 dlm satu hari 😭?

➡Kalau bad mood datang langsung “cancel” dan say “go away” (yel yel di IIP) ingat2 lagi niat awal. Minta pertolongan Allah untuk diberikan keistiqamahan✅ (TFM)

☝ Khazanatul
1⃣0⃣Bagaimana cara kita memunculkan rasa cinta anak terhadap al-Qur’an dan buku. Supaya anak senang mengaji dan membaca?

➡Keteladanan adalah cara terbaik untuk anak anak. Beri contoh dari kita orang tuanya, betapa menyenangkannya belajar/membaca Alquran. Betapa serunya membaca buku. Bacakan buku di waktu2 seperti jelang tidur. Ceritakan kisah2 dalam Alquran. Dengan tiap hari kita membaca alquran dan buku itu sudah menjadi salah satu bentuk keteladanan dan ajakan untuk membaca bagi anak anak.✅

1⃣1⃣ Program apa saja yg bisa kita lakukan dengan anak usia 8 tahun dan 4.5 tahun. Supaya mereka bisa memilih bersama kita dan meninggalkan TV di rumah?

➡Ada banyak program yg bisa dirancang sesuai bakat minat anak. Program project sains sederhana, project crafting, project one day one story, project one day one adab, project membereskan rumah seru, project outing/jalan2 ke taman, baca buku bersama, jalan ke sawah dll… sesuaikan dengan kesukaan anak dan value keluarga. Yang paling ampuh adalah matikan tv nya ☺✅(TFM)

☝Hasni M
1⃣2⃣Bagaimana mengajarkan ank2 berdasarkan ke 5 fitrah tsb sesuai usianya?

➡Fitrah manusia itu (fitrah personal) ada 8 (di materi disebutkan dll), jadi bukan hanya 5, ada fitrah 1. keimanan 2. Fitrah belajar&bernalar 3. Fitrah bakat 4. Fitrah perkembangan 5. Fitrah seksualitas dan cinta 6.Fitrah estetika dan Bahasa 7. Fitrah individual dan sosial 8. Fitrah fisik dan Indera
Kita hanya perlu memelihara fitrah2 ini, jangan ada yg kita gegas (percepat), abai, atau malah kita matikan. Jadilah seperti petani organik yang bersabar menanti benih bertumbuh.✅

1⃣3⃣. Bagaimana melakukan evaluasi unt ortu terhadap kurikulum yg dibuat berdasarkan ke 5 fitrah tsb? Dan evaluasi kpd anak atas kemampuan mereka dalam menguasai atau mengaplikasikan pembelajaran berdasarkan ke 5 fitrah td?

➡Sama dengan jawaban no 1 apakah anak2 sudah enjoy, muncul ghirahnya dalam belajar?. Jika tidak, sila evaluasi ulang.✅(TFM)
☝Rien
1⃣4⃣. Apakah putra dan putri bu Septi mengikuti ujian penyetaraan?

➡Yang kami tahu mereka tidak ikut, mereka masuk universitas di usia belia (enes dan ara masuk universitas usia 14san tahun, cmiiw), bermodalkan presentasi project mereka.

1⃣5⃣.Jika nantinya ada program profesi yang diinginkan anak, berarti kurikulum harian mengacu ke kurikulum sekolah kah?

(Dilema anak baru TK udah jenuh dengan sistematika sekolah yang lama, mengeluh capek dan ngantuk 😅)

➡Tidak mesti kurikulum sekolah, lihat saja garis besar standar kompetensi sekolah, nanti saat ujian paket A,B dan C (kesetaraan) bisa belajar materi yang diujiankan. Ada banyak kelas2 online dan aplikasi yg memfasilitasi anak2 kita belajar menjawab soal ujian.✅(TFM)

☝Melly
Materi ini agak berat bagi saya,yang ada dipikiran saya adalah bagaimana dan bagaimana,karena saya termasuk bergaya belajar visual jika tidak ada contoh yg bisa saya lihat/ saya baca rasanya mengambang

➡Ada materi video Youtube nya kan?dari Bu septi😊. Bunda juga bisa baca buku IIP( bunda sayang, bunda cekatan dan bunda shalehah)

1⃣6⃣. Memahami fitrah seksualitas anak maksudnya bagaimana?

Anak2 kita terlahir dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan, maka kita harus memperlakukan mereka sesuai fitrah seksualitasnya. Misalnya anak perempuan pada umumnya akan lebih dahulu mandiri dibandingkan anak laki laki.

1⃣7⃣. Dalam memahami fitrah anak,hal terpenting apa dulu yg harus dilihat,saya masih bingung sebenernya.. adakah buku yg bisa dibaca ttg fitrah anak ini

➡Semua fitrah harus paripurna diperhatikan, beriringan, jangan ada yg kita abaikan. (Ada buku Fitrah Based Education, karya Ust Harry Santosa)

1⃣8⃣. Jika anak kita sudah kita ketahui tipe belajarnya auditori dan kinestetik, selanjutnya tahapan apa lagi yg harus saya lakukan agar sejalan dengan pengembangan fitrahnya, pola mendidik yg bagaimana yg harus saya lakukan agar bakatnya bisa melejit? Sementara ini dia sangat menyenangi olahraga( bola kaki,bersepeda),membaca buku dengan epen, mendengarkan kita mendongeng,

➡Biarkan ia melakukan aktivitasnya yg sekarang. Usia 0-7 tahun memang belajar dari alam bebas, mendengarkan cerita soal Allah, Rasul, dan kebaikan2 juga salah satu proses menjaga fitrah keimanannya untuk tumbuh dan berkembang.✅(TFM)

☝khazanatul
1⃣9⃣. apa saja program harian anak bu septi saat anak beliau berusia 4-10 th?

➡Fasilitator masih blm dapat jawaban detail dari bu septi, namun semua stimulasi mulai dari membaca, menulis, berhitung,membaca alquran, mengajarkan anak cinta baca dan ilmu pengetahuan, mengajarkan anak memelihara rasa ingin tahu, membuat visiom board (ingin sukses apa pekan ini), semua dilakukan mandiri oleh bu Septi dan Pak Dodik. Tidak didelegasikan. Sehingga bu Septi bisa mempatenkan sistem/buku abaca, jarimatika dan cara baca quran (fasil lupa tepatnya).✅(TFM)
☝melly
2⃣0⃣. Apa yg harus saya lakukan dirumah utk melihat fitrah anak krn seharian saya tidak bersamanya?

➡Bicarakan pada pengasuh apa yg diharapakan dilakukan oleh anak selama tdk bersama ayah/ibunya. perjelas aturan yang berlaku. Agar anak2 faham dan tidak mencari orang mana yg paling “aman” dan bisa dimanfaatkan.✅

2⃣1⃣. Anak saya dulunya sangat pemberani,patuh dan menyenangkan namun sekarang semakin besar rasanya kok semakin pemalu, suka memberontak dan sering mengganggu adiknya, apakah itu salah satu contoh perubahan fitrah ke arah yg tidak baik? Lalu apa yg harus saya lakukan utk memperbaikinya?

➡Review lagi dimana ada miss atau hilang selama ini. Bunda juga bisa berdiskusi tentang hal ini dengan anak. Siapa tahu sebenarnya ia sedang menyampaikan sesuatu.✅

2⃣2⃣. Apakah fitrah2 yg disebutkan diatas terus berkembang sepanjang usia hidup anak2 kita, atau dia memiliki masa2 tertentu,misalnya fitrah a diusia sekian,dst
Lalu bagaimanakah mengoptimalkannya/ contohnya?

➡Betul, seumur hidup kita akan diharapkan berada dalam fitrah. jawaban sama dengan pertanyaan bunda Ida✅

2⃣3⃣. Apa saja yg bisa jadi lakukan utk menggali/ memaksimalkan kekuatan fitrah anak diusia 5 tahun dan 2 tahunan?

➡Perkuat pondasi awal 0-7 tahun iman, akhlak, adab dan cara berbicara, sdh pernah kita bahas dimateri sebelumnya✅

2⃣4⃣. bagaimana cara mengawal fitrah ilahiyah bagi anak usia 5tahun, dia selalu melihat kami shalat,namun akhir2 ini diajak shalat dia sangat malas dan suka ngeles kalau udah shalat padahal belum?

➡Karena shalat itu beban (taklif) berat, makanya Allah perintahkan pada yg mukallaf (sudah mampu menerima beban).

Bagaimana agar tidak terasa berat?, tanamkan cinta. Bagaimana menanamkan cinta?, melalui cerita, bukan pembiasaan rutinitas terlalu dini. Karena melakukan karena cinta akan amat sangat berbeda dengan karena dibiasakan. Rasulullah memerintahkan pada usia 7 tahun, bukan lebih dini. dan memukul pada usia 10 tahun ada rentang waktu 3 tahun ortu melatih menahan diri dan bersabar mengajarkan anak.

Anak berbohong? mari kita evaluasi ulang, jangan2 kita telah secara paksa menyampaikan risalah shalat, hingga anak2 memilih untuk berbohong ketimbang berani bilang “hari ini cutkak/cutbang/kk berat x shalat”.✅(TFM)
☝hasni
2⃣5⃣. Anak saya usia 2y3m. Sukanya main bola, mobil2an, nangkap ank kodok 😁, suka memperhatikan binatang2 kecil di lantai, suka berbagi dengan temannya, suka nangis klo ditinggalkn sm tmn klo lg asik main. Klo diajk berdoa sblm mkn sdh mau, tp klo mkn smbil duduk msh berubah2 (kdg mau, kdg g). Sdh suka bertanya “ini apa?”, “itu apa?”. Dgn aktifitasnya sprti itu, bgmn menstimulasi ke 5 fitrah td dlm kgiatn’a?

➡Biarkan dia dengan kegiatannya saat ini, anak2 sebelum 7 tahun biarkan belajar d alam bebas. penuhi rasa ingin tahunya.✅(TFM)

☝nuriar
2⃣6⃣. Mau tanya utk kegiatan harian anak umur 4 thn dan 1.8 tahun apa aja yng menarik dan baiknya diajarkan? Anak pertama kinestetik

➡Sesuaikan stimulasi dengan milestone timbuh kembang anaknya ya bunda…
Jika anak yg kinestetik puaskan hasrat bergeraknya ya bun, dulu bu Septi jika Elan berlari-lari maka bu Septi ikut berlari. Saat mengenalkan huruf misalnya, bu Septi menempel di sebuah dinding dan mengajak Elan berlari ke arah huruf tersebut. Atau membaca billboard yang dilewati selama perjalanan✅ (TFM)

☝santi
2⃣7⃣. “Mendidik sealamiah mungkin sesuai sunnatullah tahap perkembangan manusia” itu gimana ya bun ?

➡Biarkan anak2 kita tumbuh dan berkembang sesuai usianya, jangan ada yg digegas, jangan ada yg diburu, jngan distimulasi sesuai kehendak ortu tanpa melihat kesiapan si anak. prinsipnya :
*bisa—-belum perlu–Jangan
tidak bisa—sudah perlu—jangan dipaksakan, setiap anak punya titik lejitnya sendiri. titik ledaknya sendiri*. Jangan tergiur pada capaian anak orang lain.

gimana cara mendidik anak sesuai dg ke 5 fitrah itu kalau Orang tua nya aja belum sesuai.. misalnya fitrah bakat, emak nya belum tau bakatnya apa 😁 atau fitrah ilahiyah, emaknya masih naik turun ibadahnya, tapi kebanyakan turun nya 😭?

➡Bersabar dan teruslah belajar, Insya Allah Allah yg akan memahamkan, seperti yg bu Septi sampaikan di materi.✅(TFM)

☝khauli
2⃣8⃣. Bagaimana membuat anak2 cinta dan bergairah belajar utk usia 4 tahun dan 6,5 tahun, anak2 laki2?

➡Masih ingat anak2 terlahir dengan membawa apa?

Mereka homo ludens (makluk bermain),
punya rasa ingin tahu (curiousity),
punya minta invention/discovery (menemukan) dan punya nobel attitude (Akhlak mulia).
Nah…. kreasikan dg melibatkan ke-4 hal ini.
Belajar seasyik bermain. Dan anak2 tidak akan pernah menolak : bermain, hadiah dan kejutan.
Silakan kolaborasikan ide2 bunda dengan menyatukan hal2 diatas.✅(TFM)

☝🏼irma
‌2⃣9⃣. Pertanyaan saya .., bagaimana harusnya orang tua menyikapi tindakan anak yang sudah terpengaruh oleh lingkungan yang terbiasa kasar , sedngkan pribadi anak sebenarnya tidak begitu, dengan kata lain ,ketika dengan temannya dia ikut gaya temannya,ketika dengan orang tua nya dia tidak seprti itu?

➡Berikan contoh yang baik, ajak anak berbicara, dengarkan anak2 kita. Jadikan warna kita lebih banyak dari warna lingkungan kita. Insya Allah jika pengaruh kita lebih besar, maka warna kitalah yang akan lebih dominan dalam perilaku anak kita.
Kuncinya: bina kedekatan dengan anak. Jadilah sahabat anak. Sekali2 gunakan sudut pandang mereka.✅(TFM)

☝cici
3⃣0⃣. Yg sy pahami fitrah anak itu adalah kesucian yg d bawa anak sejak lahir dy sdh bersaksi bahwa Allah adalah Tuhan dan berjanji akan menghambakan diri kepadaNya nah tugas org tua utk menjaga kesucian ini, dan ternyata d iip ini sy baru ngerti kalau fitrah anak itu sangat2 luas jangkauannya.. Pertanyaan sy apakah beda fitrah dgn karakter anak, apakah karakter anak sudah d bawa sejak lahir? Apakah ada kemungkinan karakter org tua turun kepada anak? Sy khawatir sekali karakter sy atw suami yg jelek yg sdh terlanjur terbentuk turun kepada anak.

➡Betul, fitrah itu sudah dibawa sejak lahir, ada Hadist tentang fitrah anak itu suci, makan ortulah yg menjadikan mereka majusi dan nasrani. Tidak pernah disebutkan orang tualah yg menjadikan mereka muslim, karena fitrahnya memang islam. Sedangkan dalam pendidikan berbasis fitrah, karakter itu adalah Akidah/keimanan, maka buahnya adalah akhlak.

Mungkin yg dimaksud bunda cici akhlak yg tidak baik yg ditiru oleh anak?. Akhlak ini memang dengan keteladanan, jika ortu menjadi teladan anak, terus memperbaiki diri maka Insya Allah anak2 juga akan meng-copy paste akhlak yg baik.
Atau jika yang dimaksud karakter adalah sifat, memang sifat bisa diturunkan dari orang tua nya, kakek nenek, dan terus keatas, lebih pada pola asuh.✅(TFM)

☝khauli
3⃣1⃣. Yang dimaksud dengan fitrah seksualitas itu seperti apa utk yg anak2 laki?

➡seksualitas untuk anak laki2 adalah : fitrah sesuai dengan jenis kelaminnya sebagai laki2, dan dipersiapkan untuk menjadi lelaki (ayah) sehingga mampu melakukan peran ayah :
1. Men of vision and mision
2. penanggung jawab pendidikan
3. konsultan pendidikan bagi seorang istri
4. Sang Ego dan individualitas
5. pembangun sistem berfikir
6. penegak profesionalisme
7. supplier maskulin
8. the person of “tega” (diambil dari materi fitrah keimanan by Ust adriano Rusfi). ✅(TFM)

☝mustika
3⃣2⃣. Apakah jenis kepribadian seperti pkegmatis, sanguinis, koleris dan melankolis itu termasuk fitrah? Apakah sifat2 yg ada di TM seperti commander, serving, harmoni, karateker, dll itu jg fitrah?

➡ Iya bunda mustika, benar sekali, yg bunda sebutkan diatas adalah fitrah bakat, fitrah belajar, hanya saja masing2 ahli menemukan tools tertentu dalam memudahkan kita memetakan. Tools talents maping dikhususkan melihat bakat/minat yang bisa dikerucutkan kelak menjadi passion dam bidang kerja apa yg sesuai dengan mereka…

Demikian juga dengan sanguins, kholeris dan lainnya, hanya cara/tools melihat bakat tersebut. Seperti melankolis jika kita perhatikan penjabarannya maka disana ada bakat: empaty, disiplin, intelection secara TM, demikian juga plegmatis secara TM (Talents Maping) kita bisa melihat bahwa ada harmony, includer pada sifat itu.
sekali lagi, semikianlah ilmu pengetahuan, tak ada yg berbenturan jika kita memang mau melihat dengan nurani…

Dan Allah memberikan kita “akal” agar menjadi hamba yang berfikir (Ulul Albab)✅ (TFM)

Posted in Matrikulasi IIP Batch 2 | Leave a comment